April 24, 2011

aduuh salah ga sih kalo aku pengen kamu ga cuek - jadi manis dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit aja

Smooth - Santana


Man it's a hot one
Like seven inches from the midday sun
I hear you whisper and the words melt everyone
But you stay so cool
My munequita, my Spanish Harlem Mona Lisa
Your my reason for reason
The step in my groove 

And if you say this life ain't good enough
I would give my world to lift you up
I could change my life to better suit your mood
Cause you're so smooth 

And just like the ocean under the moon
Well that's the same emotion that I get from you
You got the kind of lovin that can be so smooth
Gimme your heart, make it real
Or else forget about it 

I'll tell you one thing
If you would leave it would be a crying shame
In every breath and every word
I hear your name calling me out
Out from the barrio, you hear my rhythm from your radio
You feel the turning of the world so soft and slow
Turning you round and round

April 19, 2011

"She wanted it to teach me that people have two sides. a good side, a bad side.. a past, a future. and that we must embrace both in someone we love... and I tried.."

Elise - The Tourist

February 28, 2011

thank you, for never being there when I need you
thank you, for making it worse, instead of making it better
and thank you, for making me wait, even when I know you won't come

February 14, 2011

(hampir) aku banget

    "Keenan, umurku 18 tahun, kuliah jurusan sastra, kepingin jadi penulis serius dan dihargai sebagai penulis serius. Orang - orang di lingkunganku kepingin jadi juara menulis cerpen di majalah dewasa, atau juara lomba novel Dewan Kesenian Jakarta, dan itu menjadi pembuktian yang dianggap sah. Sementara isi kepalaku cuma pangeran lobak, peri seledri, penyihir nyi kunyit, dan banyak lagi tokoh sejenis. di umurku, harusnya aku nilis kisah cinta, kisah remaja, kisah dewasa ... "
    "banyak cerita dongeng yang isinya kisah cinta."
    "Intinya adalah : semua itu nggak matching! antara umurku, profilku, cita - citaku, pembuktian yang harus aku raih, dan isi kepala ini."
    "saya masih nggak ngerti." Keenan melipat tangannya di dada.
    "waktu aku kecil, punya cita-cita ingin jadi penulis dongeng masih terdengar lucu. begitu sudah besar begini, penulis dongeng terdengar konyol dan nggak realistis. setidaknya, aku harus jadi penulis serius dulu. baru nanti setelah mapan, lalu orang-orang mulai percaya, aku bisa nulis dongeng sesuka-sukaku."
    "jadi .... kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli, begitu?"
    "yah, kalau memang harus begitu jalannya, kenapa nggak?"
    "bukannya itu yang nggak matching?" tanya Keenan lagi, tajam.
    "asal kamu tahu, di negara ini, cuma segelintir penulis yang bisa cari makan dari nulis tok. kebanyakan dari mereka punya pekerjaan lain, jadi wartawan kek, dosen kek, copy writer di biro iklan kek. apalagi kalau mau jadi penulis dongeng! sekalipun aku serius mencintai dongeng, tapi penulis dongeng bukan pekerjaan 'serius'. nggak bisa makan."
    "tadi kamu makan pizza. nggak ada masalah kan? artinya kamu bisa makan."
    "aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas. baru setelah itu... TER-SE-RAH," nada suara Kugy mulai tinggi, "aku nggak tahu kamu selama ini ada di planet mana, tapi tinggal di planet bernama Realitas ini, aturan mainnya begitu"
    Keenan terdiam. di kepalanya melintas gulungan-gulungan kanvas bertorehkan lukisan yang ia tinggalkan di Amsterdam. "betul, memang begitu aturan mainnya," gumamnya


(Perahu Kertas, Dee : hal 36-38)

tes kepribadian

50.0% Phlegmatis 35.0% Sanguinis 15.0% Melankolis 0.0% Sanguinis




entahlah, aku kayaknya daridulu kalo ada tes" mesti gitu hasilnya, pertama phlegmatis, terakhir koleris. tapi kayaknya dulu kolerisnya nggak separah itu deh, 0.0% --'. trus dulu yang kedua aku melankolis, bukan sanguinis. tapi kalo sekarang aku ngerasanya kekuatanku banyak di sanguinis : cerewet, ekspresif, emosional (kayaknya itu kelemahan ya --'), trus kelemahannya banyak di phlegmatis : ragu ragu, takut-khawatir, menghindari konflik, dll. (jadi intinya kelemahan semua? XD)

klik di sini kalo mau ikutan nyoba :D

February 12, 2011

11 - 02 - 2011

ada apa sama tanggal 11 Februari? banyak sih. tapi, yang menjadi fokus saya : Ultahnya Faiz! :D

aduuh, kemarin kemarin itu aku bingung banget nyari kado buat Faiz, akhirnya aku minta Ica sama Dewi nemenin aku ke cito buat nyari kado. pulang jam 6an.. 

habis itu besoknya aku beli kue. tapi aku masih bingung mau gimana ngasinya ke dia, akhirnya aku sms temennya Faiz. trus dia nyuruh aku buat ngerjain Faiz dengan cara : pura pura marah sama dia sampe nangis nangis, trus baru ngasi kuenya ke dia. akhirnya aku mutusin buat marahan sama Faiz mulai dari malemnya aja. padahal, rencananya aku mau telpon Faiz malem malem jam 12, biar bisa ngucapin yang pertama. (tapi kayaknya bener katanya Wibi, Faiz bukan tipe orang yang suka diganggu kalo tidur :P). yaudah deh, malem itu aku ngomongin topik yang ga enak banget, sampe akhirnya dia bilang, 'terserah kamu'. aduuh, malem itu aku sampe ga bisa tidur gara" deg"an banget..

trus besoknya, kan masih diem dieman sama Faiz. aku minta tolong anak" kelasnya dia buat bantuin :D. waktu pelajaran agama, aku sms dia, bilang kalo mau ngomong pas habis jumatan. waktu itu aku takut banget kalo misalnya aku bakalan ketawa. tapi Debo bilang gini, 'pikirin aja din, misalnya kalo kamu ketawa, rencanamu bakal gagal, kamu ga mau kan?'. selama ngomong sama Faiz itu, aku mikir gitu terus. akhirnya aku *berhasil* marah sama dia pas itu. trus aku ninggal dia. pas Faiz ngikutin, aku bilang ga usah, trus gatau Faiz balik ke kelasnya. 

di kelasku, aku siap" pura" nangis. sampe dikasi insto segala sama Dewi. sama Ojan sama Desna sampe dibawain kucing, biar aku bisa nangis. awalnya sih aku hampir nangis, tapi akhirnya ga jadi nangis. trus aku ke kelasnya Faiz. temen" kelasnya pada marah"in dia gitu soalnya bikin aku nangis, sampe misuh". nakutin pokoknya. sampe akhirnya mungkin Faiznya ga kuat dimarah"in kayak gitu, dia nyamperin aku. mukanya seriuuuus banget, marah beneran gitu. lah pas dia marah, aku ga tahan ketawa. trus akhirnya gagal --'

habis itu aku ngasi kue sama lilin ke dia. temen"nya nyanyi happy birthday. trus dia make a wish, (aku gatau dia make a wish apaan) trus disebul lilinnya. nah pas mau dipotong kuenya, bu Alifah dateng, kita disuruh pulang soalnya kita dianggap mengganggu ketenangan sekolah, (ada kakak kelas 12 lagi di masjid). yaudah akhirnya pada pulang semua. huuh ga seru, gagal totaaal --'

Faiz nganterin aku pulang, trus kerennya, akhirnya Faiz mau foto sama aku :D yeyeye :D
tapi lhoo, Faiz kayaknya biasa aja deh. kayak ga berkesan sama sekali gitu. rasanya useless semuanya buat dia --' aaah..

hmm, terima kasih banget ya, buat anak" XIipa3, XIipa4, dan teman teman lain yang turut membantu yang kemarin itu.. maaf ya udah ngerepotin, aku aktingnya ga bener lagi XD.. maaf ya bikin bingung terus XD thanksnya especially buat Titan, Aulndut XD, Ica, Dewi, Wibi, Luthfan :D makasih beuut yaa :D

lagi, happy birthday yah Faiiiz :D