*back sound : Somebody's Me - Enrique Iglesias*
sebut saja namanya Rhoma.. seperti kebanyakan cowok di sekolahku waktu itu, dia adalah seorang anak band. dengan penampilan sangar rambut jeprak jeprak.
tunggu. kenapa harus Rhoma?? yah.. soalnya ini kisah dangdut, jadi mari kita pakai nama pesohor dangdut dalam kisah ini gyahahhahaha..
okok. pertama aku liat Rhoma, waktu UTS di sekolahku waktu aku kelas 7. yah, biasanya kalo ulangan UTS dan semacamnya memang kita didudukkan sama kelas 8. mengingat ruangan di SMPku yang kurang memenuhi jumlahnya waktu itu hahaha. aku duduk sama seorang mbak mbak aku lupa namanya. pokoknya dia itu kakak kelasku di ekskul PMR. ekskul yang aku ikuti waktu itu.
teman menyontekku, sebut saja namanya Perez ternyata duduk sebangku sama Rhoma. bukan main sedih hati Perez. karena yang duduk di sebelahnya adalah kakak kelas mengerikan jorok nggilani menyeramkan. dengan muka lonjong kulit hitam dan jerawat dimana mana. yang kuingat, tasnya hitam mangkak ada jejak kakinya. hahaha. entah karena dia sedang bermaksud membuat mahakarya diatasnya atau gimana. who knows?
waktu ulangan, tentu saja aku akan sering sekali menoleh ke Perez. entah dia yang manggil aku atau aku yang mau nyontek. otomatis, waktu aku noleh ke Perez pandanganku akan bertemu dengan Rhoma. aku sih biasa aja. sampai suatu saat..... dia bersuara...
"heh, doraemon".
aku cuma ngeliatin dia sambil mikir, 'ini orang manggil aku?'. nggak mau ambil pusing, aku kembali berkutat dengan kertas ulanganku.
tapi, waktu aku noleh ke Perez lagi, dia kembali berseru dengan suaranya yang super duper cempreng.
"woi, doraemon"
aku masang muka bego. "hah???!"
aku mikir mikir. aku dipanggil doraemon?? KENAPAA??! apakah mukaku sebulat itu? dan yang penting, apakah mukaku mirip kucing setengah marmut yang tersenyum girang dapet dorayaki?? enggak kan?
akhirnya aku sejarang mungkin noleh ke belakang. milih anak lain buat nyontek. hiii mengerikan.
beberapa hari kemudian, namaku ganti lagi. kali ini dia manggil aku dengan suaranya yang lebih cempreng lagi. "whoooii Doraaaa".
WHAAATT?? *syok*
belakangan aku tau, dia manggil aku Doraemon sama Dora soalnya dia ingetnya namaku depannya "D", tapi dia lupa namaku. mengerikan
beberapa bulan kemudian, waktu ulangan UAS dengan formasi tempat duduk yang sama, namaku telah dirubah lagi olehnya tanpa menyediakan bubur merah. gyaaa..
"heh, anak ilang" dia manggil aku dengan suara yang........ ternyata aku tau jauh lebih cempreng dari sebelumnya............
makasih ya, udah ngasi aku 3 tahun yang sangat berwarna. thanks, udah ngasi aku banyak banget pelajaran. :) semoga jadi orang yang lebih baik lagi.. amiin :D



